Catatan Bibit

Peran Strategi Kognitif Dalam Akselerasi Pembelajaran

Posted on: April 24, 2010

Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang relatif tetap. Dalam proses ini perubahan tidak terjadi sekaligus tetapi terjadi secara bertahap bergantung pada faktor-faktor pendukung belajar yang memengaruhi siswa. Faktor-faktor ini umumnya dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu faktor internal dan faktor eksternal
Faktor internal berhubungan dengan segala sesuatu yang ada pada diri siswa yang menunjang pembelajaran, seperti inteligensi, bakat, kemampuan motorik pancaindra, dan skema berpikir. Faktor eksternal merupakan segala sesuatu yang berasal dari luar diri siswa yang mengondisikannya dalam pembelajaran, seperti pengalaman, lingkungan sosial, metode belajar-mengajar, strategi belajar-mengajar, fasilitas belajar, dan dedikasi guru. Keberhasilan mencapai suatu tahap hasil belajar memungkinkannya untuk belajar lebih lancar dalam mencapai tahap selanjutnya.
Secara umum prestasi belajar siswa di Indonesia ditentukan oleh kemampuan kognitifnya dalam memahami sebaran materi pelajaran yang telah ditentukan di dalam kurikulum. Soemanto (1984:120-121) menyatakan bahwa tingkah laku kognitif merupakan tindakan mengenal atau memikirkan situasi di mana tingkah laku terjadi. Tingkah laku tergantung pada insight (pengamatan atau pemahaman) terhadap hubungan yang ada dalam situasi. Dalam kognisi terjadi proses berpikir dan proses mengamati yang menghasilkan, memperoleh, menyimpan, dan memproduksi pengetahuan. Dengan demikian, struktur kognitif sebagai hasil belajar yang diperoleh siswa memunyai bentuk yang beraneka ragam (muismanikipsingarajabab1.pdf).
Praksis ini bisa kita lihat pada nilai rapor setiap akhir semester atau NUN setiap akhir tahun ajaran. Setiap siswa akan memiliki nilai yang bervariasi untuk setiap mata pelajaran. Begitu juga kecenderungan peningkatan nilai siswa akan bervariasi pada setiap semester atau setiap akhir tahun pelajaran.
Tujuan pengajaran yang dilaksanakan di dalam kelas menurut Marger adalah menitikberatkan pada perilaku siswa atau perbuatan (performance) sebagai suatu jenis output yang terdapat pada siswa, dan teramati, serta menunjukkan bahwa siswa tersebut telah melaksanakan kegiatan belajar. Pengajaran mengemban tugas utama untuk mendidik dan membimbing siswa-siswa dalam belajar serta mengembangkan dirinya (muismanikipsingarajabab2a.pdf).
Pemilahan taksonomi B.S. Bloom tentang tingkat ranah kognitif terbagi dalam tiga kelompok, kelompok rendah, menengah, dan tinggi. Kemampuan tertinggi menurut Gagne adalah strategi kognisi, atau analisis, sistesis dan evaluasi juga kemampuan kognisi tertinggi menurut Bloom.
Mengajar, menurut kaum konstruktivisme, bukan kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi dengan siswa dalam bentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Dengan demikian mengajar adalah suatu bentu belajar sendiri (muismanikipsingarajabab2a.pdf).

Untuk mengunduh dokumen klik di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: