Catatan Bibit

Cross Gender: Antara Rekayasa Kultural Dan Sosial

Posted on: April 24, 2010

Mengapa dalam kehidupan berbagai anak bangsa terdapat adanya fenomena crossgender, yaitu fenomena silang peran gender, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan seni pertunjukan. Substansi eksistensial dari kedua gender yang saling melengkapi satu dengan yang lain sepertinya hendak dikoyak dan diberi bentuk lain, sehingga tak terasa kesempurnaan atau relasi selaras antar keduanya sekaitan aspek komplementari satu dengan yang lain, memang kemudian akan terguncang.
Keterguncangan ini, dalam banyak kasus, bisa “kebablasen” dengan laku pribadi pelakunya yang kemudian menjadi bagian dari perilaku kesehariannya.
(Narasi Nartosabdo ini dipetik untuk mengiringi suasana pertapaan Indrakila, di mana Arjuna sedang bertapa dan ditunggui oleh para panakawan yang selalu setia menyertainya; dramatari ini dipentaskan di Hill Auditorium, Ann Arbor Michigan. Oleh Pete Becker, seorang pakar linguistik, beberapa kata dibiarkan tidak diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Di sinilah kemudian, dari pengakuan beberapa penonton, mereka justru mendapatkan nuansa baru, bukan sekedar makna denotatif dari kata per kata semata-mata, namun mereka juga memperoleh makna bunyi bak sebuah mantram yang menyentuh sisi dalam dari penghayatan sebuah proses komunikasi.

Untuk mengunduh dokumen klik di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: