Catatan Bibit

Memahami Dunia Kajian Wacana

Posted on: April 24, 2010

Wacana merupakan unsur kebahasaan yang relatif paling kompleks dan paling lengkap. Satuan pendukung kebahasaanya meliputi fonem, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, hingga karangan utuh. Namun, wacana pada dasarnya juga merupakan unsur bahasa yang bersifat pragmatis. Apalagi pemakaian dan pemahaman wacana dalam komunikasi memerlukan berbagai alat (piranti) yang cukup bamyak. Oleh karena itu, kajian tentang wacana menjadi “wajib” ada dalam proses pembelajaran bahasa. Tujuanya, tidak lain, untuk membekali pemakai bahasa agar dapat memahami dan memakai bahasa dengan baik dan benar.
Kajian wacana berkaitan dengan pemahaman tentang tindakan manusia yang dilakukan dengan bahasa (verbal) dan bukan bahasa (nonverbal). Hal ini menunjukan, bahwa untuk memahami wacana dengan baik dan tepat, diperlukan bekal pengetahuan kebahasaan dan bukan kebahasaan (umum). Pernyataan ini mengisyaratkan, betapa luas ruang lingkup yang harus ditelusuri dalam kajian wacana (Soenjono Dardjowidjodjo,1986:108) lebih-lebih, betapa banyak bekal pengetahuan yang harus disiapkan pembelajar bahasa untuk mengkaji wacana, sementara buku atau penelitian tentang wacana masih sangat kurang.
Sebagai objek kajian dan penelitian kebahasaan, wacana dapat ditelusuri dari berbagai segi disamping itu, aspek-aspek yang terkandung didalamnya menyuguhkan jenis kajian yang sangat beragam. Sampai saat ini, penelitian tentanng wacana masih berkutat pada persoalan kebahasaanya secara internal dan gramatikal-seperti aspek sintaksis dan wacana, kohesi dan koherensi kewacanaan, fungsi konteks dalam wacana, hubungan antar kalimat dalam satuan wacana, dan sejenisnya. Tampaknya belum banyak penelitian yang mencoba mengeklorasi wacana dari segi eksternalnya, seperti : bagaimana hubungan wacana dengan persoalan sosial,lingkungan, psikologis, ekonomi, antropologi dan hubungan interdisipliner lainya.
Kemandegan kajian kewacanaan itu sangat mungkin disebabkan oleh pemikiran sempit dan statis yang menyatakan bahwa lebih mudah mengkaji atau meneliti jenis wacana tulis. Banyak orang lupa bahwa wacana yang sesungguhnya adalah wacana lisan, yaitu suatu tuturan yang langsung disampaikan secara verbal. Semantara wacana tulis itu sendiri sebenarnya adalah wacana turunan lebih mirip dengan “wacana dekumentasi”. Melalui analisis terhadap wacana lisan, akan diperoleh berbagai aspek yang masih melingkupinya. Misalnya, siapa yang bertutur, dimana tuturan tersebut terjadi, dalam situasi apa tuturan itu berlangsung, kapan terjadinya dan untuk apa wacana itu dituturkan, dan sebagainya. Persoalan-persoalan semacam itulah yang seharusnya menjadi perhatian para peneliti.
Menyadari hal itu, tulisan dalam buku ini dimaksudkan untuk sekedar mengisi pembendaharaan pengetahuan pembaca atau pembelajar bahasa kearah pengkajian wacana. Yaitu suatu cara untuk mendekati, memahami, dan mencoba menganalis berbagai bentuk wacana, baik wacana lisan maupun wacana tulis. Tujuanya adalah untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas dan kompeherensip perihal seluk beluk wacana disekitar kita. Pengkajian wacana adalah kata kunci dalam bahasa dan dunia pada umumnya.
Berbagai persoalan tentang wacana yang disajikan dalam buku ini bersifat teoritis sekaligus praktis. Kedua sisi itu diharapkan dapat digunakan lebih banyak lagi ketika peneliti atau pengamat bahasa mulai melakukan pengkajian tentang kebahasaan, ter8utama dalam bidang analisis wacana. Buku ini mengajak pembaca untuk menuntut ilmu wacana secara etimologis, kemudian secara konseptual, mengenali struktur internal dan eksternal, dan menggauli berbagai prinsip analisis wacana.

Untuk mengunduh dokumen klik di sini.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: